Tulangbawang

Plt Kacabdin Wilayah VII Akan Panggil Kepsek SMAN 1 Meraksa Aji

Tulangbawang –

Rawajitutv.com.–
Plt Kepala cabang dinas (Kacabdin) wilayah VII yang meliputi Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji, Assoffat Kabir, tanggapi dengan tegas terkait adanya dugaan terjadinya pesta sek dalam kegiatan Study tour SMAN 1 Meraksa Aji beberapa waktu lalu. Senin (15/5/2023).

“Kami akan panggil kepala sekolahnya untuk klarifikasi masalah tersebut, sesuai dengan apa yang sudah diceritakan tadi, walaupun ia sudah dipanggil oleh pihak provinsi, tapi kami perlu penjelasanya langsung,” ucap Assoffat.

“Terkait benar atau tidaknya pesta sek tersebut, nanti kami akan dengarkan dahulu jawaban dari pak Dunawan, yang pasti kami sudah melihat foto-foto yang diduga itu adalah siswa-siswi dari SMAN 1 Meraksa Aji,” Jelas Plt Kacabdin.

Diberitakan sebelumnya, lemahnya pengawasan Study tour SMAN 1 Meraksa Aji Kabupaten Tulangbawang, Sebabkan terjadinya pesta sek dan miras di kalangan para siswa.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu wali murid kelas IX (Sebelas) yang namanya enggan untuk disebutkan, anaknya bercerita bahwa ketika melakukan kegiatan Study tour Bandung-Yogyakarta telah terjadi pesta sex dan miras. Yang mana didalam sebuah kamar disalah satu hotel di Yogyakarta, siswa-siswi bercampur menjadi satu, bercumbu (pacaran) sambil menenggak minuman keras.

“Anak saya bercerita kalau waktu Study tour itu dia melihat sebagian teman-temanya perempuan dan laki-laki berkumpul menjadi satu disalah satu kamar hotel di Jogya, ada yang berpelukan, berciuman dan ada juga yang merokok sambil meminum minuman keras,” ucapnya menirukan apa yang dikatakan oleh anaknya.

“Kejadian itu sudah rame di kampung ini pak, sudah jadi perbincangan masyarakat, khususnya para wali murid,” tambahnya.

Ditempat berbeda, salah satu siswa yang ikut dalam kegiatan tersebut membenarkan kejadian tersebut.

“Benar pak, tapi saya hanya melihat dari pintu kamar hotel itu saja, itu pun saya tidak sengaja, karena pas malam itu saya mencari salah satu teman saya yang kebetulan satu kamar dengan saya kok belum kembali ke kamar, saya pun berinisiatif keluar untuk mencarinya dikamar teman yang lain, ketika saya membuka salah satu pintu kamar, saya terkejut, karna dikamar tersebut saya melihat siswa perempuan dan laki-laki pada ngumpul, ada yang sedang tiduran sambil berpelukan, ada yang sedang ciuman dan ada yang sedang merokok,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah pada malam itu tidak ada guru pendampingnya?
Dia menjawab tidak ada, karna pada malam itu guru pendampingnya sedang jalan-jalan keluar hotel.

Siswa tersebut juga mengatakan bahwa dalam kegiatan Study tour itu dikawal oleh 7 orang guru pendamping. 6 guru dari SMAN 1 Meraksa Aji beserta kepala sekolahnya dan 1 orang guru dari luar sekolah, diantara guru-guru pendamping tersebut ada yang memboyong anak dan istrinya.

Study tour adalah kegiatan yang diadakan untuk menambah wawasan dan pengalaman serta membiasakan siswa belajar secara langsung mengenal tempat-tempat bersejarah dan budaya setempat, dengan cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar.Kegiatan karyawisata itu juga diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa, dimana siswa dapat melakukan pengamatan langsung terhadap lingkungan sekitar, mengadakan tanya jawab, serta melatih siswa secara belajar langsung dari sumbernya tidak bergantung dari buka dan keterangan dewan guru.

Lemahnya pengawasan di malam hari dan tidak adanya kontrol di waktu jam tidur para siswa sehingga membuat adanya beberapa siswa disinyalir telah keluar dari hotel dan diduga melakukan pembelian minuman yang memabukkan sehingga di luar sadar telah melakukan perbuatan yang belum pantas di lakukan oleh anak sekolah.
(diduga melakukan SEX BEBAS).

Terkait hal itu, beberapa aktivis dan penggiat dunia pendidikan angkat bicara :
” Informasi yang kami dapat adanya dugaan perbuatan tercela di waktu kegiatan study tour telah kami kumpulkan datanya, sungguh sayang kalau ada oknum guru pendamping dan kepala sekolah lebih mementingkan jalan-jalan dengan keluarganya dari pada mengawasi siswanya di malam hari, sehingga ada dugaan siswanya lepas kontrol dan berbuat yang tidak baik, kami juga sudah mendatangi sekolah SMAN 1 Meraksa Aji tetapi di waktu kedatangan kami ke sekolah kebetulan beliau kepala sekolah “Dun” telah pulang ke rumah, sekitar jam 1.00 wib tanggal 03 April 2023, karena menurut salah satu guru dan siswa di lokasi sekolah menerangkan bahwa kepala sekolah tidak ikut sholat dhuhur berjamaah di masjid yang artinya beliau sudah pulang.” cetus Andika salah satu paralegal dari kantor Hukum Jeffry JRS MANOPO, S.H,.M.H. di rumah kediaman di Tulang Bawang.
Selasa (04/04/2023).

Mengingat pentingnya permasalahan ini dan perlunya untuk bertemu langsung dengan kepala sekolah maka tim yang sudah di Lokasi sekolah SMAN 1 Meraksa Aji langsung bergerak ke rumah kediaman “Dun” kepala sekolah.
dan tiba dirumah “Dun” sekitar jam 4.30 Wib.
didepan teras rumah “Dun”, kami Tim di sambut oleh anak lelaki “Dun” yang mengatakan kalau ayah lagi sholat.

Setelah selesai sholat kepala sekolah “Dun” menerima kami Tim di teras samping rumah, belum sempat bercerita panjang lebar, tiba-tiba di depan pintu samping keluar istri “Dun” yang mengatakan tidak mau
menerima tamu media apalagi membahas sekolah di rumahnya.
Dan di jawab juga sama “Dun” kalau dia belum pernah menerima tamu media di rumah walau hanya sekalipun.

Melihat suasana yang tidak humanis, maka maksud dan tujuan tim yang terdiri media dan lembaga langsung disampaikan ke “Dun”. dengan terdiam “Dun” mengatakan kepada tim kalau kegiatan study tour itu atas izin Dinas Pendidikan dan ” Apakah cerita ini bisa di pertanggung jawabkan ?”, tanya “Dun” dan di jawab oleh tim ” kalau temuan ini bisa di pertanggung jawabkan secara Hukum”.
Senin (03/04/2023).

 3,048 total views,  1 views today

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button