Diskusi di RPK, Romo Kefas : Harus ada Tindakan Hukum yang tegas, agar ada Efek Jera untuk  Para Pelaku Persekusi

Senin, 16 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,–

RawajituTv.com.–

Radio Pelita Kasih (RPK) menggelar diskusi menarik yang membahas “Tindakan Hukum dan Efek Jera terhadap Oknum Pelarangan” pada siaran langsung hari ini. Acara yang dipandu oleh Thony Ermando, seorang jurnalis dari Pewarna, menghadirkan dua narasumber kompeten: Romo Kefas Hervin Devananda, seorang tokoh agama sekaligus pemerhati hukum, dan Oppa Jappy, penulis sekaligus pengamat sosial yang dikenal tajam dalam analisisnya.
Senin (16/12/2024

Dalam diskusi tersebut, Romo Kefas menekankan pentingnya ketegasan hukum untuk menciptakan efek jera bagi oknum-oknum yang dengan sengaja melarang aktivitas tertentu tanpa dasar yang sah. Ia menyoroti bahwa tindakan pelarangan yang tidak sesuai dengan aturan bisa berpotensi merusak harmoni sosial dan merugikan hak-hak masyarakat.

“Sanksi hukum harus dijalankan secara adil dan konsisten. Jangan sampai ada toleransi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu. Kita membutuhkan ketegasan agar hukum menjadi alat pendidikan moral bagi masyarakat,” ujar Romo Kefas.

Sementara itu, Oppa Jappy menyoroti sisi sosial dari persoalan ini. Ia menyebut bahwa pelarangan sepihak sering kali muncul dari ketidaktahuan atau kepentingan pribadi, yang bisa merusak kepercayaan publik terhadap sistem hukum.

“Efek jera tidak hanya datang dari hukuman, tapi juga dari edukasi. Kita perlu membangun budaya hukum yang sadar dan kritis, di mana masyarakat tahu apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka,” jelas Oppa Jappy.

Thony Ermando sebagai host juga turut memancing diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan tajam yang membuka wawasan pendengar. Ia menyimpulkan bahwa untuk menciptakan efek jera yang nyata, diperlukan kombinasi antara tindakan hukum yang tegas, edukasi masyarakat, dan pengawasan yang ketat.

Diskusi ini mendapat respons positif dari para pendengar RPK yang ikut berinteraksi melalui telepon dan media sosial, menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu ini. RPK pun berharap diskusi ini bisa menjadi inspirasi untuk langkah nyata dalam membangun masyarakat yang taat hukum dan adil.
(Rls).

Berita Terkait

*Loku Cs Kuasai Lahan Sawit di IUP PT Timah Diduga Kebal Hukum, Hanya ‘Calo’ Dijadikan Tersangka!* DILANSIR DARI BABELTERKINI.COM
Diduga Disiksa Orang Tua Angkat, Anak 14 Tahun di Tulang Bawang Ditemukan Terantai dan Digembok.
Pemerintah Terkesan Menutup Mata Dan Telinga Terhadap Keluhan Masyarakat.
Dewan Pengawas Pusat WRC” Habib Muchdar Tegaskan Dirjenpas Kalsel Mulyadi Untuk Intensifkan Razia dan Pengawasan Lapas !
Habib Muchdar Apresiasi Langkah Tegas Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha” Pecat 25 Oknum Anggota Polri!
*Perdamaian Kekeluargaan Warnai Klarifikasi Video Viral di Desa Mulya Agung*
*Saat Kunjungi Polda Kalsel “Habib Aboe Bakar : Kita Dorong Reformasi Polri Serta Tinjau Kesiapan Pengamanan Haul Guru Sekumpul 2025.*
*Oknum Pengacara MRS di Laporkan Elviani ke Polres Medan” Terkait Perkara Dugaan Penipuan & Penggelapan*

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:13 WIB

*Loku Cs Kuasai Lahan Sawit di IUP PT Timah Diduga Kebal Hukum, Hanya ‘Calo’ Dijadikan Tersangka!* DILANSIR DARI BABELTERKINI.COM

Senin, 30 Maret 2026 - 15:03 WIB

Diduga Disiksa Orang Tua Angkat, Anak 14 Tahun di Tulang Bawang Ditemukan Terantai dan Digembok.

Senin, 2 Maret 2026 - 21:05 WIB

Pemerintah Terkesan Menutup Mata Dan Telinga Terhadap Keluhan Masyarakat.

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:28 WIB

Dewan Pengawas Pusat WRC” Habib Muchdar Tegaskan Dirjenpas Kalsel Mulyadi Untuk Intensifkan Razia dan Pengawasan Lapas !

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:38 WIB

Habib Muchdar Apresiasi Langkah Tegas Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha” Pecat 25 Oknum Anggota Polri!

Berita Terbaru